Kamis, 06 Oktober 2011

Noda Hitam dalam Putih #DDP

     Ketika disuruh menulis objek menarik yang kulihat pada tanggal 3 Oktober 2011, hari itu juga aku langsung mencari objek sepulang kuliah. Tetapi memang yang namanya ide justru sulit didapat jika kita memaksakan diri untuk mendapatkannya dengan cara mencari - cari. Awalnya objek yang pertama kali kulihat adalah sebuah gelas yang merupakan sisa dari minuman orang, entah mengapa aku tidak punya ide lebih lanjut untuk menuliskan tentang gelas tersebut. Lalu aku berkeliling lagi mencari objek sambil menemani temanku untuk mengambil uang di sebuah ATM. Sekali lagi aku menemukan hal yang unik di dekat tempat ATM tersebut, sebuah saklar seperti saklar lampu yang tersambung dengan AC. Entah mengapa, aku merasa geli melihatnya karena merasa aneh dan bertanya - tanya apa fungsi dari saklar di tempat 'itu' sebenarnya. Tapi masih saja aku belum bisa mengembangkan ide tentang saklar itu. Setelah itu, aku tidak mau lagi memaksakan diri mencari objek untuk tugas Dasar - Dasar Penulisan, aku berjalan keluar gedung Fisipol secara wajar tanpa memikirkan tugas itu. Tapi tiba - tiba, saat berjalan sambil memandang lantai, secara tidak sengaja aku melihat noda hitam yang sangat menarik perhatianku. Apa sih yang menarik dari noda hitam itu?

     Noda hitam itu sebenarnya hanyalah noda biasa yang mungkin tidak akan ada orang yang tertarik untuk melihatnya apalagi untuk menuliskannya. Tetapi yang membuatku tertarik yaitu bentuk dari noda hitam tersebut. Noda hitam itu berbentuk hati jika dilihat secara sekilas dan dari jauh. Makanya, itu yang membuatku heran, mengapa aku bisa tertarik dengan  sebuah noda yang hanya kulihat secara sekilas. Memang hanya sekilas, namun itu sudah membuatku berhenti untuk mengamatinya dan sukses meracuniku untuk menuliskannya di sini.

     Pikiran pertamaku yaitu mengapa noda hitam tersebut bisa ada di tempat seperti itu? Tentu saja beberapa orang termasuk aku berpikir bahwa itu adalah bekas kunyahan permen karet seseorang yang entah secara sadar ataupun tak sadar terjatuh di situ. Lalu karena terlalu lama, membuatnya menjadi berkerak. Lama - kelamaan warnanya pun berubah menjadi hitam. Secara tak sengaja pula berbentuk hati dan membuat orang kurang kerjaan seperti aku ingin membahasnya.

     Di luar itu, entah temanku berpikir apa, dia berkata, "Bisa saja noda itu melambangkan patah hati seseorang. Bentuknya yang seperti hati, lalu warnanya yang hitam, bisa saja melambangkan patah hati seseorang." . Ini hanyalah lelucon belaka, tapi saya setuju dengan pendapat temanku tersebut walaupun bisa dibilang tidak penting. Tidak penting ini karena yang kita bicarakan hanyalah pemikiran kita saat melihatnya.

     Memang, noda seperti itu apalagi warnanya yang hitam biasanya sangat mengganggu dan tidak enak dilihat. Apalagi jika berada di tengah - tengah lantai yang putih bersih. Tapi jika noda tersebut dihilangkan, selain percuma karena susah untuk dihilangkan, juga akan terasa sayang karena semakin kurang ada yang menarik dari lantai depan Fisipol. Jadi biarlah noda itu ada di tengah - tengah putihnya lantai.

     Walau noda itu memiliki warna hitam yang bisa dibilang kurang menarik, menurutku noda hitam itu justru menarik sekali. Dia berani tampil beda. Noda hitam itu seperti sesuatu yang beda berada di tengah lantai putih. Apalagi dengan bentuknya yang seperti hati, emanambah keunikan noda hitam itu.

     Sebenarnya jika diamati baik - baik, noda itu agak berbentuk tidak rata ketika kita melihatnya dari jauh. Sama saja dengan jika kita melihat seseorang dan hanya melihat dari luarnya saja, kita juga tetap harus melihatnya dari dalam dan melihatnya secara lebih dekat.

Senin, 22 Agustus 2011

Jumat, 20 Agustus 2011

Temen temen udah pada nyampe rumah, tapi aku belum bangun dan belum mandi, MUAHAHAHA *ketawa puas* . Ada saja hal seperti ini. Nice moment with mercelengs :)

Sabtu, 18 Juni 2011

Si RESE dan mobil RUSA

Waaaaaa lama nggak posting niiiiiih. Knapa aku pengen posting tiba - tiba? -,-a ,  Apakah bed time story? *liat judul*. Bukan laaah.-__- .Apakah berita bahagia :D :D :D ? Bukaan -__- . Ataukah berita sedih? TT *ding dong* , nggak juga sih -__- . Bukan sedih sih tapi menyebalkan dan aku pengen banget misuh - misuh , pengen meluapkan semuanya di sini. Rasanya tu campur aduuuuukk banget. sebel, marah, juwengkel banget banget, pokoknya sebeeeel banget. Yaaah lama nggak posting malah tiba - tiba posting misuh - misuh. Nggak apa deh yang penting biar legaaa . Jadi begini ceritanya ...
Jadiiii tadii pertamanyaaa (slow motion banget , tak singkat aja deh) ,baca dengan nada cepat saja >> aku bawa mobil sendiri, mau nyewa sepeda buat gowes, ngampirin Arfin dulu, trus pesen, eeeh nyampe sana udah habis sepedanya diboking sama acara funbike. Itu sudah membikin jengkel (biasa wae sih tapi). Truuus kita capcus ke bawah ngambil undangan GA, habis ngobrol dikit sama anak anak Dupal, kita ke CL, tapi bentar tok, temenku ada yang  mau melakukan sesuatu, aku juga sekalian pengen jalan - jalan, sekalian beli ice cream.Trus beli D'crepes deh. sambil ke parkiran (di B***********), salah satu mesjid deket CL.

Nah ini hampir ke puncak konflik , waktu mau ngeluarin mobil , *jedeeeng* belakangku ada mobil yang muwepeeeet banget dan dihandrem!, depan ada mobil 2 pula, kanan kiri juga dicepit pokoknya.  Nggak bisa mundur, nggak bisa maju, nggak bisa serong kanan, nggak bisa serong kiri. Aaakuu terperangkaaap di antara ... *pliss ni stop!* . Tukang parkirnya ditanyain tidak bertanggung jawab, pertamanya nggak mau usaha sama sekali . Padahal tukang parkir sendiri yang nyuruh aku parkir di situ. Dengan tampang tanpa merasa berdosa tukang parkir bilang "Saya kira tadi lama di sini, jadi parkirnya kayak gini juga nggak masalah, saya kira orangtua yang mau ambil rapot" . Halooooo emang tampangku sama tampangnya Indri ada tampang - tampang sudah beranaaak ?? (baca:tua) . Oya kok tiba - tiba ada Indri? Panjang ceritanya, pokoknya dia juga bareng aku . Itu udah cukup bikin jengkel banget banget , ditambah tukang parkirnya ngomong (kali ini lebih tanpa merasa berdosa dan dengan sangat santai sekali), "Ditunggu aja mbak yang ambil rapot" ,(berlenggang pergi menghampiri pacarnya <<yang ini boong). Sumpah pengen nyakar nyakar muka tu tukang parkir. Kita nggak bisa diem aja dan pasrah gitu aja, nggak mungkin juga kita mau lolaklolok nungguin para orangtua keluar. Akhirnya, setelah lamaaaaaa banget nunggu sama usaha nyari tukang parkir lain (yang mau USAHA), berhasil deh keluar dengan susah payah (baru keluar parkiran lho ini) . Kesan pertama udah buruk banget buat susunan parkirannya, parah banget wes.

Apakah masalah sudah selesai begitu saja????
BELUM! Ini puncaknya ..

Waktu keluar gerbang, di kanan kiri ada mobil parkir yang mepet banget buat keluar. Sumpah tambah parah yang ini. Semakin yakin kalo tukang parkirnya sini nggak beres . Udah gitu jalan raya maceeeet banget yang kayaknya kalo mau jalan majunya harus 1mili 1 mili, nggak mungkin ngambil kanan, mending ambil kiri yang lebih gampang belok (seharusnya) , tapi sumpah macet banget, nggak ada yang berbaik budi buat ngasih kesempatan lewat. Nyoba belok kiri, Ternyata eh ternyata , saking mepetnya parkiran kanan dan kiri, mobilku udah mepet banget sama mobil yang kiri (sebut saja rusa). Salah satu tukang parkir, sebut saja Voldemort* , disingkat rese* (nyambung?) marah marah dan kayak nggak mau disalahin dan nggak mau kena masalah sama mobil rusa di sebelah kiriku, nyuruh aku buat mundur, tukang parkir yang di dalem nyuruh aku maju , WT* . Bingung lah, trus si rese nyuruh maksa aku keluar, owkeeey mungkin dia *lebih profesional* . Aku nunggu di luar, Daaaaan mobilku nyerempet banyak banget sama mobil rusa itu!!  si RESE memperparah kerusakan dan melebarkan luas bidang kerusakan. Aku nggak tau pas aku yang nyupir kena apa nggak, tapi kalo sampe kena paling cuma nempel atau paling cuma 2senti, dan kalo buat bemper itu bukan masalah besar sama sekali, Dan emang yang paling masalah parkirannya! Mobil rusa kena bemper, mobilku kena samping kiri, Itu lebih parah. Si RESE itu malah marah marah nggak jelas , ngomong "wah nek ngene aku meneh sing disalahke, wah mobile polwan ki!!" . Haloooo kalo elo ngomong "meneh" (baca:lagi) , berarti udah pernah disalahin , dan berarti emang salah!!. Sumpah kesalahan banget mempercayakannya buat megang mobilku , usut punya usut, habis tanya Arfin, tuh RESE ternyata gabisa matic! Pantesan kasar banget nggerakin mobilnya! Parah sumpah, kalo aku kan bakal pelan - pelan dan lebih ati2!! Jadi pas RESE masuk mobil, Arfin bilang , ini matic lho Pak, Bapaknya kaget. Dan emang dia salah pakenya, parkir aja nggak di P! Sumpah pengen mbego - mbegoin tuh RESE. Tapi karena lebih tua dari aku tahan deh tahaan . Nah mentang - mentang aku anak kecil (remaja deng) , Bapaknya minta simku buat dikasihin ke yang punya mobil rusa, habis aku+Arfin debat sama bapaknya panjang lebar  salah - salahan, tetep aja simku diminta , nggak boleh yang lainnya, fotokopian KTP kek, Sumpah bete banget. Udah gitu mobilnya ditaruh tengah jalan yang jelas ngehalangin mobil laen! Diklakson terus lah!!Sumpah KOKEP banget tu orang. Yaa mau nggak mau aku ngasih simku (aduuuh baru nyadar begooo banget) , macet pula sih nggak bisa gerak . si RESE bilang "Nek sime rak tak tahan, mesti kabur lah". Hei seng salah sopo KEP!! Tempatku malah lebih parah kali, seharusnya si RESE tuu yang ganti rugi punyaku dan mobil rusa. Jangan mengkambing hitamkan orang!! Resenya lagi, habis ada masalah kayak gini, mobil rusa yang emang depannya masih lowong banget baru dimajuin sama para tukang parkir biar nggak menghalangi mobil - mobil yang keluar. Knapa baru sekaraaaaaang?!!!. Beginilah indonesia. Eh nggak mau nyalahin negaraku ah , beginilah tukang parkir yang tidak profesional. Nggak lama yang punya mobil rusa keluar, trus ketemu dan ibunya nggak nyantai banget , helooooo aku mau jelasin dulu siapa yang salah ibuuuuu ! ibunya nggak mau tau soalnya buru buru dan sibuk banget, cuma ngasi nomer HP, dan tetep nahan simku, mau tak ganti tanda pengenal yang laen gamau coba! Ah semua karena si RESE! Aku, Indri, Arfin di sana merasa dibodohin, dan rasanya campur aduk , bete berat, speechless nggak bisa ngomong apa - apa. Sampai - sampai pecahlah tawaku air mataku, mbrambang sih #tenanee. Bukan, bukan nangis takut. Tapi gelo banget! Aku nggak salah kok, tapi yang bikin sebel nggak salah disalahin! Yang salah malah nggak mau disalahin! Karena nggak mau semakin disalahin banyak orang lainnya karena mobilku masih ditengah jalan, Pergi aja dari tempat itu. Waktu telpon bapakku aku disuruh pulang aja (tanpa bawa sim). Sampe rumah aku jelasin semuanya, keluargaku paham , dan ikut nyalahin tukang parkirnya juga.Trus Bu rusa ditelpon, dan yang bikin gonduk, karena yang telpon bapakku, Bu rusa jawabnya santai - santai aja! Wagu! tapi bagus lah nggak dipermasalahin dan nggak minta ganti rugi. Oke! udah lega sih nggak dipermasalahin, tapiiii aku tetep nggak mau dianggep salah. Tinggal ngambil simnya, dan saat itu aku mau jelasin semuanya komplit plit, sampe orangnya nggak nyalahin aku dan setuju kalo emang tukang parkirnya yang salah! amin, semoga.

Aku nyoba instropeksi, mungkin nggak kalo aku yang salah? habis aku tanya saksi mata yaitu Arfin sama Indri, mereka bilang "NGGAK!" kok, "Siapapun orangnya pasti kalo belok lewat situ bakal nggesrek", Jadi emang kebetulan aku lagi nggak BEJO. Aaaaaaaah rasanya bete banget! Yaaa walaupun masalah udah selesai tapi masih ngganjel banget. Susah diungkapin dengan kata - kata rasanya!! Rasanya serba salah, padahal nggak salah! Ah pokoknya gitu lah , cuma aku yang tau rasanya. Walau masi jengkel dan lain - lain, cuma bisa berdoa "Semoga kebenaran akan terungkap" #wedyan.

Yaah coba ambil hikmahnya (dengan tampang GEMES ceria, masi MAKSA sabar, dan nggak IKHLAS) , besok lebih berdoa lagi diberi kelancaran baik di jalan maupun di PARKIRAN , berdoa jangan ketemu tukang parkir kayak gitu lagi, jangan parkir di tempat parkiran yang tukang parkirnya TIDAK kurang profesional , jangan terlalu percaya sama tukang parkir orang, jangan pernah sembarangan ngasihin kendaraan ke orang, buat cari aman biar nggak disalahin >> berkendara seaman mungkin, kalo sampe ketemu parkiran yang kayak gitu  lagi (naudzubilah) jangan bergerak sama sekali kalo perlu sebelum ada ruang yang bener bener luas. Hmm, masih belum lega, tapi yaudahlah . ^_^ (senyum maksa)

Sabtu, 12 Maret 2011

Possibility


Saat sudah dibuang
kertas dan garis lenyap


Setelah didaur ulang
garis tetap lenyap


Tapi kertas?
Masih ada
dalam bentuk lain


Saat kutemukan kertas itu ..
lagi
Akan kutaruh dia sejajar
dengan pensil warnaku

Would Never Forget Only Remember

Oke, aku sedang dalam tahap membuang kertas dan garis itu secara perlahan.




tapi ...

Kini aku paham
Mungkin karena egoku
Tak sengaja kukatakan
'sesal'
Seharusnya tidak


karena ...

Tak sepenuhnya aku menyesal
Atau mungkin
Sepenuhnya aku tak menyesal
Justru aku bersyukur
telah membuat garis itu
yang setidaknya telah ..
menginspirasiku


Saat tanganku bergerak menggariskan
Sebenarnya sudah digariskan
untuk tidak disesali
dan bukanlah suatu ..
kesalahan


Dan tentu saja
aku tidak akan lupa
akan garis itu , :D

Kamis, 03 Maret 2011

Throw It Away Into The Deepest Trash

Dan akhirnya , kertasku , segaris - garisnya ketumpahan tinta! Oh My God!! Nggak bisa ngomong apa apa, speechless. -__- . Shock?! Gelo?! pastinya!  oh sh*t ! d**n ! fl*sh ! (kok malah flash?,haha abaikan) . Mungkin itu kata - kata yang bakal keluar dari kebanyakan orang , aku pun gitu. Tapi karena aku wanita muslimah , *cieeee* , cukup katakan "Astagfirullahal'adzim" , hahaha , sok sabar banget ye. Seharusnya sih gitu. Tapi aku geregetannya minta ampun. "Hiiiih gemes!!" .

Atau mungkin malah ada yang nangis kayak anak kecil. Tapi isin lah wes gedi moso nangis. Yaa tapi wajar juga lah , gelo juga kan. Kalo hal itu bikin lega ya silakan aja nangis sampe lega dulu. Tapi ingat! nangis nggak bisa nyelesein masalah. Setelah lega nangis , jangan lupa untuk selesaikan masalah ! Kalo anak kecil sih enak , nangis mewek gara gara geregetan , tinggal minta beliin lolipop , balon , es krim , atau apa ajalah buat peleganya dia, dan  setelah itu foilaa .. lupa deh kalo gambarnya habis ketumpahan tinta. Habis itu dia bisa bangkit dan melakukan aktivitas - aktivitas lain yang lebih menyenangkan. Yaa namanya juga anak kecil.

Tapi aku bukan anak kecil! Yaaa , oke aku nggak nangis. Tapi gambarnya anak kecil sama orang gede kan beda. Kalo seaku setidaknya garisnya udah lebih terstruktur lah. Apalagi yang namanya hasil karya , rasanya eman - emaaan banget. Tapi  gimana lagi, udah terlanjur rusak, udah nggak bisa diakalin lagi. Ah nggak mau kalah ah, masa kalah sama anak kecil? Anak kecil aja bisa langsung bangkit. Apalagi aku.

Hmm, tapi setidaknya , aku terbantu dengan kertasku yang ketumpahan tinta. Daripada aku bingung garisnya bagus tapi ngganjel, mau tak hapus juga bingung , mau ditebelin juga bingung, mending ketumpahan tinta dah ! Hahaha , nggak tanggung - tanggung. Dipikir - pikir mahalan penghapus ya daripada kertas? Apalagi penghapus bo*i (nyombong dikit). Mending beli kertas baru deh daripada pake penghapusku cuma buat sesuatu yang nggak penting.  Eman - eman penghapusku deh , apalagi kalo masih baru, masih kotak dan masih plastikan. Mending disimpen aja deh buat cadangan kalo kapan - kapan butuh. Oh atau mungkin dijual aja ke orang yang lebih membutuhkan. Daripada stuck disitu situ aja membingungkan  garis yang sebenernya nggak penting banget. Mending mikir kuliah deh.

Dan setelah dipikir - pikir lagi, sebelum kertasku itu ketumpahan tinta, aku baru nyadar emang ada yang nggak beres, nggak ada gunanya buat nglanjutin garis itu. Apalagi  buat DITEBELIN! males ah.

Entah kenapa aku jadi nyesel, knapa dulu sempet - sempetnya aku bikin garis itu, di sela - sela waktuku. Entahlah, tanganku bergerak dengan sendirinya.


Dan sekarang yang harus aku lakukan untuk kertas itu? Dipajang? I said no no no. Ih ogah banget deh. Udah jelek ok , udah fatal ketumpahan tinta. Wes to pokoke wes uweleeek banget. Daripada kalo dipajang, trus diliat malah geregetan dan mangkel dewe , trus keingetan pernah berhasil bikin garis yang bagus tapi menjengkelkan itu , mending buat bungkus kacang !
Eh , jangan juga deng , tintanya kalo beracun gimana? Wah aku malah membahayakan orang lain dong.
Ahaaa!! DIBUANG aja. Udah nggak penting kan? Kan jadinya nggak bakal pernah keingetan garis sial itu. Hmm , tapi kan katanya sekarang kertas semakin limit. Masa buang - buang kertas? Iya juga sih ya , tapi udah nggak berguna sih. Dibuang aja deh jauh - jauh , ke sedalem - dalemnya tempat sampah, sampe nggak keliatan mata , kalo bisa disobek - sobek dulu, trus dibungkus koran, dimasukkin ke plastik (lebay abiiss) dan biarkan berkumpul sama sampah - sampah yang lain. Trus kalo udah dibuang , biar orang lain yang lebih ahli aja yang mendaur ulang kertas itu. Setidaknya kalo udah didaur ulang, kan udah berubah bentuk tu, aku nggak bakal pernah lagi liat pola garis menyebalkan itu.

Dan selanjutnya?  
Beli kertas baru doooong. Kalo bisa yang lebih mahal dan berkualitas , hahaha. Beli yang banyak sekalian. Bikin garis baru? Siapa takuuuuut .. :D. Pake pensil yang lebih bermutu sekalian deh. Bikin garis yang bagus sekalian. Lebih ati - ati pastinya. Bikin yang banyak sekalian di kertas kertas yang udah dibeli. Bikin sebagus - bagusnya. Dikasih warna - warna juga bisa, pake crayon atau pensil warna gitu. Dan paling nggak , di antara garis - garis itu bakal ada 1 garis yang paling bagus dan bisa aku tebelin. I hope so , :D 
 
Makasih untuk garis pertama yang berhasil aku buat , setidaknya walau udah aku buang, (maaf yaa .. jangan nyesel udah tak buang) bisa menginspirasiku untuk lebih berhati - hati dalam membuat garis baru dan semoga lebih bagus dari sebelumnya.

Senin, 28 Februari 2011

erase or bold?

Apa yang lebih Anda butuhkan?
Penghapus atau spidol?
Penting yang mana dulu?

Kalo ditebelin , susah ik nghapusnya.
Apa dihapus aja ya? Trus kapan – kapan ditebelin?
Eh tunggu, penting ya ditebelin?
Apa dihapus tok til gitu aja?
Hmm , nggak gampang.

Emang ya kalo nggaris/nggambar sesuatu kadang ribet.
Saat kita narik garis itu kadang nggak semulus yang kita harapkan.
Kalo nggak dihapus takutnya njelek – njelekin atau merusak garis/gambar.
Tapi kalo dihapus? Ntar ujung – ujungnya nyesel atau mungkin geregetan , “Knapa tadi tak hapus?”

Logikanya gini deh,
Apa nggak eman eman? Udah susah - susah nggaris, dihapus dengan seenaknya. Wah nggak semudah itu. Apalagi kalo jarang - jarang kita bisa bikin garis sesempurna itu. Ya okelah kalo setelah itu garis baru hasilnya lebih bagus. Apalagi yang udah profesional bikin garis menggaris. Nggak usah mikir kali buat bikin garis baru yang mungkin malah lebih bagus. Nah buat yang amatiran? Emang gampang? Butuh waktu.
Yaudah lah kalo garisnya bagus gausah dihapus aja.
Eit eit eit , oke garisnya bagus. Tapi ada sesuatu yang ganjel kalo masih ada garis itu. Entah apa yang bikin ganjel. Coba garis itu bisa ngomong, dia bakal nyuruh aku nghapus ato mbiarin aja ya? 
Yaudah dihapus aja, ribet amat ..
Hiiih aku udah bilang, nggak gampang.
Whatever deh ..
  
Tapi kalo ditebelin? Lebih tepatnya nggak sengaja ditebelin?
Pengalaman ya, baruuu aja. Tadi, waktu aku nggarap tugas seni rupa , waktu lagi nebelin pake drawing pan, karena aku udah mantep banget , walau gambarku belum bener – bener jadi , langsung aja tu aku tarik garisnya. Tanpa sengaja , aku malah nebelin garis bantu yang seharusnya nggak ditebelin, -__- . Bingung juga nih mengantisipasi buat memperbaiki gambarku. *malah curcol , dududu ..*.
Brani mau nebelin? Yakiiin? Nggak nanggung lho ntar gimana hasilnya. Kalo berhasil dan bagus sih ya untung , kalo nggak? Kalo salah garis dan nggak sesuai yang diharapkan?

Yak balik lagi , jadi intinya penting penghapus apa spidol ya? Gimana dong. Dilema nih.

Hmm, amannya pake pensil dulu aja deh. Punya crayon atau pensil warna juga kan? Tuh isinya macem – macem lagi. Warna warni pula, kali aja hasilnya lebih bagus. keputusan akhir sementara ini, diwarnai dulu pake crayon atau pensil warna, -__- . Dan selanjutnya? I don’t know. Minta bantuan aja Yang Di Atas. And just let it flow ..

Haha , tambah nglantur aje. Sindrom seni rupa kah? Hmm , entahlah. Pikirkan saja apa yang ada di benakmu.

I just wanna say:
Hmm , memang isinya intinya plin plan, penuh kebimbangan, ragu – ragu, dilema , nggak teges,  atau apa aja lah namanya. Namanya juga manusia, wajar dong ya. Memang banyak hal harus dilakuin penuh keyakinan dan kemantapan, tapi jangan lupa yang paling penting juga , “pertimbangan”.

NB: terinspirasi dari “tugas seni rupa”.
Awut – awutan masi’an. Maap yeee alurnya agak nggak jelas. Sekadar nulis dan menuangkan apa yang ada di otakku. Teksku yang ini habis ilang pula, jadi tak tulis lagi dengan kata – kata yang seingatku dan tak tambah – tambahi lagi *curcol lagi*. Nggak mudeng? Haha, cukup aku saja yang tahu. Hmm , berantakan sih, but, it’s comfortable.

Sabtu, 05 Februari 2011

Cuplikan dan Potongan di Januari

Lamanyaaaaaaa nggak posting apa - apa. Kali ini aku mau posting tentang cuplikan dan potongan - potongan berbagai kejadian di bulan Januari 2011. Ada yang konyol ada juga yang menyenangkan + berkesan. Ada yang tentang duitpalsu, juga ada yang tentang aku sendiri. This is it ...


?-01-2011
Hmm, sebenernya sumpah nggak penting banget. Tapi pengen cerita aja. Suatu hari yang cerah, waktu pelajaran apa aku lupa, Lutep kurang kerjaan dan kakehan nggaya mau sok - sokan sulap gitu, nglempar koin gitu ke atas, trus dia sih bilangnya bakal ilang ntar koinnya. Entah gimana, dia tu nglempar sambil mulutnya mbuka gitu. Lemparan ke berapa , tiba - tiba koinnya masuk ke mulut. huahaha , sukur! Salahe kurang kerjaan. Untungnya nggak ketelen. Sumpah sekelas langsung ketawa semua. Kekonyolan anak ini memang kayaknya takkan pernah habis ...

?-01-2011 
Lagi - lagi juga nggak penting, ini tentang aku sendiri. di rumah waktu aku mau telpon Hasna buat tanya - tanya laporan soscare, karena telpon rumah lagi rusak, aku berencana untuk memanfaatkan hape bapakku buat telpon, yah biar ngirit gitu nggak pake hape sendiri. Habis aku pinjem hape bapakku, aku buka hapeku sendiri buat ngliat nomernya Hasna, trus aku telpon pake hape yang waktu itu emang aku rasain hapenya bapakku*. Yaaaa mumpung pake hape minjem, tak lama - lamain aja lah telponnya, aku tanya macem - macem sedetail - detailnya ke Hasna. Aku sih pede - pede aja, hape minjem sih. Nggak bakal rugi laaah. Pas selesai, aku mencet turn off . OhMyGod !! Itu hapekuuuuu sendiriiiii, aaaaaa aku nggak nyadar waktu yang tak pake telpon hapeku sendiri. Dan pulsaku berkurang kurang lebih 75% dari total pulsaku, aaaaaa. kualatkah ini??

?-01-2011
Hmmm... di hari yang aku lupa tanggalnya ini, yang paling jelas aku ingat adalah ini hari sialku. Hujan turun rintik - rintik berkali - kali yang nggak ada habisnya. Kadang deres, kadang berhenti, kadang gerimis. Yang jelas sukses bikin beberapa jalan dan lantai licin. Waktu mau ke ruang try out ku, aku jalan dengan hati - hati, udah ati ati lho ini , di waktu lewat di kelas mana gitu aku lupa, eh kepleset coba, hampir sih, tapi pokoknya bentukku nggak banget sama isin banget, sekelas itu pada ngetawain aku sih, sial. Nggak cuma itu, waktu pulang, turun dari bis, di depanku ada genangan air gitu, lumayan banyak. Tentu aja aku berusaha nghindar sama cepet - cepet pindah, tapi telaaaat ada mobil lewat nyipratin rok tak berdosaku !! Reflek mbengok lah aku, dan sialnya lagi orang - orang di halte pada ngetawain aku, T.T

13-01-2011
Hari kamis ini hari trakhir kita buat tryout UN yang ke berapa gitu aku lupa. Kan waktunya havefun dulu. Kita maen kartu ni. Waktu lagi maen kartu, yang untuk sementara judulnya "tepuk samping" , kan ini maennya cepet"an ndapetin 4 kartu kembar trus yang berhasil duluan harus nglakuin gaya yang harus diikutin semua yang maen. Ceritanya sok - sok trenseter gitu. Kalo telat ngikutin ya berarti kalah. Pokoknya permainan pembodohan banget, hehe. Waktu apa gitu, aku kaget liat kartuku gara - gara apa gitu, reflek aku teriak "WOW", sontak semuanya ngikut "WOW", serempak banget, sama kompak banget. Wkwkwkwk, sumpah aku langsung kepingkel - pingkel . Sumpah konyol banget waktu ini. Semuanya pada nggonduk waktu tau, aku cuma teriak kaget, bukan gara - gara menang. Cuma yang maen ini yang lebih paham apa maksudku.
NB: oya , hari ini juga hari dimana kita kegrebeg maen kertu sama Pak Ka*ta yang pelakunya hampir sekelas. Alhasil besoknya kita grudukan rame - rame masuk BK. Hmmm, nice moment, :)

22-01-2011
Ini nih, hari paling berkesan di bulan Januari. Jadi hari Sabtu ini kelasku DUITPALSU tercinta, foto katalog. Dan beruntungnya, yang seharusnya ada tambahan, hari ini nggak ada tambahan. Alhasil kita bisa lebih prepare buat hari ini. Pokoknya hari ini ASIK BANGET!!! PUAS BANGET! SERU BANGET! SENENG BANGET kumpul sama DUITPALSU seharian. Dari yang berasa nomaden foto yang tiap scene nya pindah - pindah tempat, nyendet nyendet di jalan naek mobilnya Tyo (setelah diusut - usut beberapa hari kemudian Tyo baru cerita kalo handremnya ternyata lupa diturunin selama jalan, OhMyGod. Alhamdulillah aku selamet.) , sok kenal sama pelayan cafe LT buat pinjem celemek ungu sama topi pelayan yang tak pake buat foto sceneku (matching lho ternyata sama sepatuku, hehe), sampe malemnya di ultahnya Duni kita menggila bareng sama DUITPALSU. Dani yang kita liat sebagai orang cool berbadan kekar, ternyata bisa nggombal (kena lomba gombal) dan ngedan juga, joget segala sambil nyanyi lagu "Kita"nya SO7 rame - rame . Pokoknya sehari ini Berkesan FULL. Asik bangeeeeeet. Bener - bener sehari bareng sama DUITPALSU trus, dari pagi sampe malem, Capek??? itu pasti, tapi SERUUUnyaaa?? bangetbanget!!. Pengen ngulang hari itu rasanyaaaa, >< 

_sekian_

Jumat, 04 Februari 2011

Pandanganku Berubah #Last

Sebenernya ni postingan udah lama banget masuk draft, cuma nggak sempet sempet nyelesein karena banyak urusan dan emang belum mood lanjutin. hmm, aku nulis sekedarnya aja deh , cekidot 

Yap. sekarang pandanganku udah bener - bener berubah tentang social care ku. Dari  yang pertamanya shock berat, nggak trima, pengennya misuh - misuh, dan bener - bener ngiri sama temen - temen yang dapetnya panti asuhan / jompo, sekarang berubah jadi  rasa syukur karena kita ditempatin di panti karya yang isinya orang - orang psikotik semua. Karena banyak banget pelajaran hidup yang kita dapet di soscare ini.

Semua rasa kita rasain di sini. Kecewa, takut, kaget, sedih, iba, brani, seneng, bangga, kagum, dll.

:(
Kecewa, ini cuma waktu awal banget tok til, kecewa sama sekolah karena nggak adil mbagi tempat soscare nya, tapi untuk seterusnya kecewa berubah jadi syukur ..
Takut sama kaget, waktu pertama kali tau kalo isinya orang gila semua, siapa sih yang nggak takut sama orang gila?
Sedih sama iba, waktu denger crita pengalaman hidupnya para kelayan. Kisahnya mereka knapa bisa stres dan sampe masuk ke panti ini . sedih sama iba juga kalo ngliat mukanya mereka, pokoknya melas gitu.


:)
Brani, setelah tau kalo kelayannya sana nggak liar, nggak sengeri yang tak bayangin, bahkan beberapa di antaranya ada yang bisa diajak ngomong
Seneng sama bangga, waktu kita berhasil bikin game yang bikin para kelayan seneng  sama ceria. Pokoknya kalo mereka seneng, kita ikut seneng deh.
Kagum, macem - macem pokoknya, ada di postingan - postinganku sebelumnya. Intinya aku kagum sama kelayan - kelayan itu saat - saat tertentu.

dll, lupa..


Terlalu banyak manfaat yang kita dapet di sini, dari hari pertama sampe hari terakhir semuanya berkesan dan bermanfaat, SUPER SEKALI . Banyak hal juga yang bikin kagum. Kagum yang bener bener "wah", :)


Habis ngejalaninnya dari mulai terbiasa lama - lama kita malah dapet banyak banget pengalaman berharga. Nggak nyesel deh kebagian soscare di panti orang gila. Bisa dibilang ini pengalaman terbaru yang mungkin bakal sekali seumur hidup.

Dan sekarang, aku bakal bangga banget buat nyeritain pengalaman soscare ku ini ke siapa aja yang pengen tak critain, :D

Aku lupa apa lagi yang mau tak tulis, selain lupa juga terlalu banyak hal - hal yang nggak bisa diungkapin dengan kata - kata .

(akhirnya selesai juga, hehe)

_sekian_